HIJAB SYAR'I CULUN, BENARKAH?
Menuliskan judulnya saja membuat hati saya remuk redam. Bagaimana tidak,
di zaman serba modern saat ini, berbagai model hijab dengan segala pro
kontra dan kontroversinya cukup menjadi 'pukulan' bagi para akhwat yang
masih bertahan untuk mengenakan hijab secara syar'i.
Saya memang tidak begitu menyukai model hijab modern yang muter sana
muter sini, gulung sana-sini. Namun, entah mengapa, di luar sana, masih
banyak kalangan yang menganggap seorang wanita yang mengenakan hijab
syar'i itu terkesan 'culun' malahan tidak jarang pula ada yang
menertawai.
Beginilah, bila ingin melakukan sesuatu yang baik maka ujiannya akan
jauh lebih besar daripada harus mengikuti ke mana arus itu berada.
Mengenakan hijab tanpa embel model-model ini itu, pakaian yang longgar,
tidak transparan, tidak membentuk lekuk tubuh, mengenakan rok
lebar--masih saja dianggap sebagai sesuatu yang 'kampunga' atau
ketinggalan zaman. Bukankah di Al-Qur'an sudah jelas tata cara hijab
yang sesuai dengan yang Allah sampaikan? Lalu, mengapa masih saja ada
yang mencemooh?
Dulu, awal mengenakan jilbab di kelas dua SMA hingga
semester awal kuliah, saya memang tergolong orang yang cuek, jarang
pakai rok, dan jilbab pun masih belum memenuhi perintah Allah. Namun,
sejak bergabung di rohis, berusaha mempelajari Al-Qur'an sedikit demi
sedikit, akhirnya cara berpakaian dan berjilbab saya ubah total. Yang
tadinya pakai jeans, celana pensil dan denim ketat, saya mulai beralih
menyingkirkan semua itu dan saya ganti dengan rok. Jilbab yang
transparan mulai saya dobel begitu juga dengan baju saya sedikit demi
sedikit mengenakan gamis, mengenakan kaus kaki dan atribut pendukung
lain. Sesederhana itu tapi terus terang membuat saya sangat nyaman bila
dibandingkan sebelum-sebelumnya.
Namun ternyata, saya betul-betul tidak mengerti cara pandang sebagian
orang di luar sana. Mau saya berpakaian seperti mama Dedeh pun masih
banyak pula menuai ocehan di kalangan mereka. Tapi, setelah
dipikir-pikir, untuk apa juga menanggapi ocehan orang lain. Kalau memang
tidak ada yang salah, kenapa saya harus malu atau mengatai diri saya
seperti yang dikatakan oleh orang lain? Ya, saya tidak butuh penilaian
dari orang lain. Lebih baik saya dianggap culun di mata manusia daripada
di mata Allah.
Ya sudahlah ya, terserah apa kata orang, kata DUO MAIA, "MEMANG ANA PIKIRIN?!" :D hehehe....
Daripada memedulikan komentar orang yang tidak jelas asal-usul dan
hukumnya, lebih baik terus berjalan di jalan yang sudah Allah titipkan
di hadapan kita. Tetap bersabar karena jalan menuju surga itu sangat...
sangat sulit. Bismillah, semoga kita bisa tetap istiqomah, aamiin...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar